September 09, 2012

10 Jenis Penyakit Menular dari spiritual


Ini "Note" lama saya yang sekiranya dapat menambah wawasan, wacana yang dapat dijadikan sebagai bentuk refleksi dan instrospeksi ke dalam diri, terutama pada point ke 10 (it's me!). :)

Artikel ini saya adaptasi dari Eyes Wide Open: Cultivating Discernment on the spiritual Path.

10 kategori berikut ini tidak dimaksudkan sebagai "definisi" tetapi ditawarkan sebagai alat untuk menyadarkan kita dari beberapa penyakit spiritual yang paling umum dan bersifat menular.

1. Fast-Food Spirituality: gabungan spiritualitas dengan budaya seperti pada saat merayakan sebuah upacara adat dengan cara multitasking untuk mendapat kepuasan instan dimana hasilnya adalah spiritualitas cepat saji. Satu hal yang jelas adalah : transformasi spiritual tidak dapat dihasilkan dalam waktu yang cepat.

2. Faux Spirituality: adalah meniru dengan kecenderungan mengikuti cara berbicara, berpakaian dan bertindak yg diadopsi dari tingkah laku guru/tokoh spiritual yang dikaguminya. Ini adalah jenis spiritualitas imitasi.

3. Confused Motivations: Meskipun keinginan kita untuk berkembang secara alami dan murni, tapi secara tidak sadar sering tercampur dengan motivasi yang lebih rendah, termasuk ingin dicintai, keinginan untuk dimiliki karena kebutuhan untuk mengisi kekosongan internal kita, keyakinan bahwa jalan spiritual akan menghapus kita dari penderitaan dan munculnya ambisi spiritual dengan keinginan untuk menjadi istimewa dan menjadi lebih baik atau ingin berbeda dari yang lainnya.

4. Identifying with Spiritual Experiences: Pada penyakit ini, ego kita mengidentifikasi dengan pengalaman rohani yang kita alami sendiri lalu muncul keyakinan diri bahwa pengalaman itu adalah bentuk pemahaman/wawasan yang timbul dalam diri kita yg terjadi pada waktu-waktu tertentu. Dalam kebanyakan kasus, pengalaman seperti ini tidak berlangsung secara terus menerus meskipun cenderung bertahan dalam waktu cukup lama dan kemudian merasa yakin bahwa dirinya sudah tercerahkan lalu memulai untuk menjadi guru spiritual.

5. The Spiritualized Ego: Penyakit ini terjadi sangat ter-struktur yang berasal dari ego pribadi yang sudah tertanam antara konsep spiritual dan ide. Hasilnya adalah struktur egois yang "tahan peluru" dimana Ketika ego menjadi spiritual, kita kebal untuk mendengar/merasakan atau menerima masukan baru atau umpan balik yang konstruktif, Kita menjadi manusia tak tembus peluru dan ini akan sangat menghambat pertumbuhan rohani kita sendiri.

6. Mass Production of Spiritual Teachers: Adalah munculnya kelompok-kelompok spiritual yang sedang trendi dimana akan menghasilkan orang-orang yang percaya diri dan merasa sudah berada pada tingkat pencerahan atau penguasaan spiritual padahal masih jauh dari tingkat spiritual yang sebenarnya. Penyakit spitiual ini seperti sebuah ban berjalan, mengikuti tahapan-tahapan latihan untuk mendapatkan wawasan yg dimaksud dan --- bam! - tiba-tiba Anda sudah tercerahkan dan siap untuk mencerahkan orang lain dengan cara yang sama. Masalahnya bukan guru tersebut menginstruksikan anda tetapi anda merasa sudah mewakili dan merasa sudah mencapai dan memiliki penguasaan spiritual tsb.

7. Spiritual Pride: kebanggaan Spiritual muncul ketika praktisi tsb melalui upaya bertahun-tahun sudah berusaha dan pada dasarnya sudah mencapai tingkat tertentu dari kebijaksanaan tsb dan pencapaian ini akan mematikan Perasaan "superioritas spiritual" nya, ini merupakan gejala dari penyakit menular secara rohani yang bermanifestasi sebagai perasaan secara halus menganggap "Aku lebih baik dan lebih bijak karena aku spiritualis."

8. Grup Mind: Juga digambarkan sebagai "groupthink", mentalitas ibadah atau penyakit ashram, pikiran kelompok merupakan virus berbahaya yang mengandung banyak unsur-unsur tradisional yang merupakan ketergantungan individu. Sebuah kelompok spiritual membuat perjanjian yang tidak tertulis dan tidak menyadari mengenai cara berpikir, berbicara, berpakaian secara benar dan seharusnya. dengan demikian masing-masing individu sudah terinfeksi dengan cara "pikiran kelompok",sering kali individu akan ditolak keberadaannya jika sikap dan tingkah laku tidak sesuai dengan aturan-aturan yang tidak tertulis dari kelompok tsb.

9. The Chosen-People Complex: Merasa sebagai kelompok orang-orang yang terpilih, Ini adalah keyakinan bahwa "Kelompok kami lebih berkembang secara rohani, kuat, tercerahkan dan lebih baik daripada kelompok lain dan merasa telah menemukan "kebenaran" dan "Tuhan"

10. "The Deadly Virus": "Aku sudah tercerahkan": Penyakit ini begitu kuat yang memiliki kapasitas untuk menjadi terminal yang mematikan untuk evolusi spiritual kita. Ini adalah keyakinan bahwa "aku telah hadir" di tujuan akhir dari perjalanan spiritual. kemajuan spiritual berakhir pada titik di mana kepercayaan ini sudah mengkristal dalam jiwa, pada titik ini sudah percaya bahwa "aku" telah mencapai ujung jalan dengan demikian pertumbuhan lebih lanjut sudah berhenti.

Dalam Hal ini dengan semangat ajaran "Marc Gafni", saya percaya bahwa bagian terpenting dari belajar "KEARIFAN" di jalan "Spiritual" adalah menemukan "Penyakit EGO" yang sudah meresap dan menipu yang berasal dari dalam diri kita sendiri'. 
Sumber : Artikel ini disadur Langsung dari catatan facebook Saudara Pramana Pram
 
 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar