September 09, 2012

Saya Bagikan Amalan ( Membuka Mata Ketga)


Saya bagikan amalan yg pernah saya pakai begitu banyak setiap hari ketika saya masih belajar untuk menemukan titik fokus kesadaran ketika wirid atau meditasi. Inilah latar belakang meditasi MK3
"Audzubillah himina syaiton nirojim, bismillah hirohman nirohim, alhamdulilah hirobbil alamin arrahmani arrahim maliki yaumidin iyyakanamudu wa iyyaka nastain ikhdinas shirotolmustaqim shirotol ladziina anamtaalaihim ghairil maghdubi alaihim walaad daalin, amin
Saya juga boleh bilang pakai Mantra Gayatri terus sekarang. Tetapi ini kan namanya berbagi. Saya berbagi bahwa saya sudah pakai Doa Al Fatihah bahkan sebelum saya mengenal apa yg namanya Mantra Gayatri. Saya tidak lupa asal-usul, dan tidak malu membagikannya kepada semua orang. Al Fatihah juga universal, bisa digunakan oleh siapa saja yg mau.

Mata ketiga adalah kelenjar pineal, ada di tengah batok kepala kita, selalu terbuka karena tidak ada kelopaknya. Anda bisa mencoba meditasi di cakra mata ketiga, kalau mau.
 Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja, yaitu duduk dengan punggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi. Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam. Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang di dalam hati. Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.

Jadi, tidak ada itu yg namanya "Pembukaan Mata Ketiga", apalagi pake duit.

 Guna meditasi apa? Agar kita bisa grounded ke kesadaran sejati (ceileh!).
Arti Mantra Gayatri bermacam-macam, tapi buat saya artinya tidak jauh berbeda dari Al Fatihah, yaitu menuntun ke arah sikap ikhlas dan pasrah (ceileh again!)

 For your info, Al Fatihah yg saya pakai tidak persis sama seperti yg umumnya dilantunkan. Al Fatihah saya diucapkan cepat sekali, 500 kali Al Fatihah dalam waktu 45 menit saja, dengan fokus di cakra mata ketiga (kalau sekarang saya pakai).

Dulu malahan saya fokus di cakra gerbang alam semesta, yg letaknya di ujung jari-jari tangan kita kalau dikatupkan di atas kepala dan diangkat setinggi-tingginya.
 Waktu saya pakai Al Fatihah, saya meditasi di cakra gerbang alam semesta. Belakangan saya turunkan ke cakra mata ketiga karena lebih praktis. Oh (praktis.com)
 
Saya belajar sendiri dengan susah payah untuk menurunkan gelombang otak. Nobody told me how to do it. Dan, harus saya akui, pertama-kali saya berhasil menemukan titik terang melalui tradisi Islam. Wirid, zikir, dengan tasbih panjang. Sekali duduk 500 X Al Fatihah, dulu saya bisa dalam waktu 45 menit saja. Setengah modar untuk putar itu tasbih sambil tetap fokus agar amalan bisa diucapkan di dalam hati. Akhirnya saya tahu rahasianya kaum Sufi, yaitu tetap fokus di satu titik. Doa cuma alat bantu agar kesadaran bisa tetap fokus di satu titik. Gelombang otak otomatis turun perlahan, tetapi fokus tetap tidak berubah. Tidak melayang dan kosong melompong seperti disalah-kaprahkan oleh banyak orang.
 Fokus. Why? Karena kalau tidak fokus it is impossible to recite the ayat dengan begitu cepat. Cepat sekali, very fast. Kalau tidak fokus bisa amburadul. And itu bahaya. Bisa korslet. So, kalau tidak mau korslet, mau tidak mau kesadaran harus fokus di satu titik. Tapi saya saat itu belum tahu harus fokus di titik apa. Nobody told me how to do it. Makanya saya eksperimen fokus di cakra paling tinggi which is cakra gerbang alam semesta, sampai akhirnya saya tahu bahwa lebih praktis untuk fokus di cakra mata ketiga saja. Cakra gerbang memang ada secara astral, tetapi kalau mau ada counterpart fisik, maka yg tertinggi adalah cakra mata ketiga, yg tidak lain adalah kelenjar pineal, kelenjar yg letaknya paling atas di tubuh manusia. Oh (latar belakang pemikiran)

 Pertama kali saya mulai, bahkan amalan tidak diucapkan di dalam hati, melainkan dikeluarkan lewat mulut. Bisa dibayangkan the mulut komat kamit gak jelas mengeluarkan itu amalan yg diucapkan dengan cepat sekali. Saya juga pakai buhur dan apel jin yg bakarnya pakai kapas. Harus dibakar ketika wiridan. Dan macam-macam syarat lain lagi, yg akhirnya semuanya saya lepas setelah saya temukan kuncinya, yaitu fokus. Dengan punggung dan wajah tegak. Tanpa perlu membungkuk-bungkuk seperti kebiasaan orang di tradisi itu. Yg saya pertahankan adalah bacaannya yg cepat itu. Bahkan sampai sekarang saya tetap menggunakan amalan or mantera dengan cepat sekali ketika meditasi. Amalannya bernama Mantra Gayatri, dan saya ucapkan berulang-ulang dengan cepat sekali di dalam hati, sambil fokus di cakra mata ketiga. Oh (buka rahasia)
 ntu saja saya juga pakai rujukan dari tradisi-tradisi lain, termasuk tradisi spiritual dari Tibet, tradisi spiritual Yahudi (Kabalah), dan bahkan juga tradisi spiritual Jawa. Saya temukan, ada sesuatu yg disembunyikan. Yg disembunyikan adalah fokus kesadaran di cakra mata ketiga. Biasanya orang didorong untuk fokus di dada. Orang tidak bisa terlepas dari fokus di dada, kecuali menemukan sendiri ada sesuatu yg disembunyikan. Saya termasuk yg menemukan sendiri. Karena saya tahu susah payahnya, maka sekarang saya bagikan saja untuk mereka yg mau. Saya langsung bilang, itu lho fokusnya. Bisa dipelajari sendiri kalau mau. I am NOT a guru spiritual. I am only a sparing partner. Cuma teman berbagi. Oh (kawanberbagi.com)

 Harus dengan punggung tegak ketika anda baru mulai. At least beberapa bulan pertama ketika anda mulai wirid atau meditasi rutin, punggung harus tegak. Punggung tegak adalah jalur jalannya energi dari cakra dasar sampai cakra mahkota. Dari tulang ekor anda sampai ke puncak kepala, dan dari sana turun lagi ke bawah. Naik turun dari atas ke bawah juga ada di semua tradisi spiritual, walaupun istilahnya berbeda-beda. Untuk saya, ada tambahan pengertian, yaitu tentang masuknya energi alam semesta lewat telapak tangan kiri, dan keluar dari telapak tangan kanan. Dulu saya pakai kristal-kristal ketika meditasi. Dan the kristals menarik energi lewat telapak tangan kiri saya, dan mengeluarkannya lewat telapak tangan kanan saya. Oh (maklumlahklenik.com)
 Untuk menutup sesi sharing dari saya kali ini, saya copas-kan kembali apa yg saya sudah tulis di atas. Anda bisa langsung praktekkan, dan bisa konsultasi langsung dengan saya lewat inbox. Konsultasi lewat inbox is gratis. Yg bayar kalau saya buat acara pelatihan di darat karena perlu sewa tempat and pesan makanan.

 So, inilah inti dari praktek meditasi MK3:

"Mata ketiga adalah kelenjar pineal, ada di tengah batok kepala kita, selalu terbuka karena tidak ada kelopaknya. Anda bisa mencoba meditasi di cakra mata ketiga, kalau mau.

Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja, yaitu duduk dengan punggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi. Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam. Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang di dalam hati. Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.


Jadi, tidak ada itu yg namanya "Pembukaan Mata Ketiga", apalagi pake duit."

Faedah meditasi MK3 apa? Banyak. Intuisi akan bermunculan sambung menyambung menjadi satu. Kebetulan demi kebetulan, yg namanya sinkronisitas. Seperti kebetulan tapi bukan kebetulan. Seperti ada yg menyambung satu sama lain. Tetapi, setelah bertahun-tahun menjalaninya, akhirnya saya kembali lagi ke essensi yg pertama kali saya peroleh yaitu ikhlas dan pasrah. Ikhlas artinya merelakan masa lalu menjadi masa lalu. Pasrah artinya merelakan masa depan menjadi masa depan. Kita hidup hanya disini dan saat ini. Here and now. Cuma sebegitu saja akhir perjalanan spiritual kita. Oh (balik ke titik awal)

 Sensasi yg anda alami ketika meditasi bisa bermacam-macam. Anda bisa merasa melihat jin, bisa merasa cenat cenut, bisa merasa tenang, macam-macam. Sensasi dari kata sense, artinya rasa. Semua yg anda rasakan adalah sensasi. Oh (sensasi.com)

Asal anda tidak memaksakan diri, pastilah akan ketemu titik fokus meditasi yg paling pas untuk anda. Titik di antara kedua alis mata hanya patokan kira-kira yg saya berikan. Ada yg pasnya lebih ke atas. Ada yg tepat di puncak kepala. So, semua titik di kepala bagian atas otomatis akan jatuh di kelenjar pineal atau cakra mata ketiga. Makanya anda harus coba sendiri, dan dapatkan titik fokus yg paling pas untuk anda. Oh (tips gratis)
 Belief system seputar Al Fatihah banyak sekali, termasuk untuk memanggil makhluk halus. Kalau mau percaya tentu saja tidak dilarang. Tidak mau percaya juga tidak dipaksa. Oh (suka-suka.com)
Keindahan Al Fatihah adalah dalam bahasa aslinya. Kalau sudah di-Indonesia-kan keindahannya berkurang. Oh (jujur aja)

Tafsir Al Fatihah dalam bahasa Indonesia banyak sekali, bisa search sendiri. Saya membatasi tulisan ini mengenai teknik meditasi menggunakan wirid Al Fatihah. Bukan tafsir yg bisa bermacam-ragam tergantung kesukaan penafsirnya sendiri, walaupun saya cenderung mengartikan Al Fatihah sebagai bahasa simbolik yg isinya mengenai melepaskan segala macam keterikatan. Ada shirataalmustaqim disitu, titian serambut dibelah tujuh. Anda tidak bisa lewat shirataalmustaqim dengan membawa apapun. Tidak bisa membawa tubuh anda, harta benda anda, bahkan amal ibadah anda. Hanya dengan ikhlas pasrah anda bisa melewati shirataalmustaqim.
 Tentu saja anda bisa pakai doa apa saja, mantera apa saja. Saya cuma berbagi tentang awal perjalanan spiritual saya. Malahan saat ini saya sudah sampai pada pengertian bahwa doa atau mantera cuma alat bantu agar kesadaran kita bisa fokus di satu titik. Untuk menurunkan gelombang otak kita harus fokus, sehingga ketika gelombang otak kita turun kita tetap sadar. Kalau tidak sadar namanya tidur pulas. Oh (dan itu bukan meditasi)

Sumber : Artikel ini disadur lamgsung dari catatan facebook Saudara Leonardo rimba

 

4 komentar:

  1. aku coba ya, 1 bulan kedepan aku komen lage.

    BalasHapus
  2. Wahh, superr skali... sangat bermanfaat... ada 1 lg amalan / mantra yg bs dipakai, yaitu "Om Mani Padme Hum".

    BalasHapus